jeje

Jumat, 08 Juni 2012

Harapan Kecil Itu Kamu

Disetiap aku menangis, yang slalu teringat dalam benak ini adalah kamu. Kamu yang selalu saja bisa membuat aku tenang. Tapi taukah kau, aku rasakan hal berbeda saat ini. Kau yang dulunya begitu dekat, kini entah mengapa ku rasa begitu jauh,. Jauh hingga terkadang aku tak dapat merasakan kehangatan yang dulu. Aku tak tau apa yang ada ddihati mu, apa yang kau rasakan saat ini, dan apa yang kau inginkan dimasa depan mu nanti,. 

Setiap tarikan hela nafas ini saat lelahnya hanya sebutkan satu nama yaitu nama mu, pernahkah kau rasakan jeritan hati ini dikala kau tak disisi,.
Dalam hati aku berpikir  akankah aku mampu menjadi yang baik bagi mu, slalu siiap disampingmu dikala kau sedang binggung karna keadaan, dan akankah aku bisa membuat mu merasa tenang dan nyaman disaat kau bersama ku,. Semua jwaban itu aku serahkan padamu, karna hanya kamu yang mampu menjawabnya, seberapa pantas aku bagi mu,. Karna harapan kecil yang selalu aku bisikkan pada-Nya adalah kamu,. Kamu yang aku mau,.

memory masa silam

Sesesaat dimana mata terpejam dan memori tentang kenangan masa silam itu kembali, begitu menyesak kalbu ku. Aku ingin lepas dari ini, ingin bebas dari pikiran itu. Pikiran tentang sosok orang dimasa lalu. Aku ingin meraih angan angan ku. Tanpa harus mengingat dia, yang membiarkan aku jatuh terhempas seperti kehilangan arah dimana saat aku berjalan. Aku tak yakin dia pun rasakan itu. Pernahkah kau bertanya APA, MENGAPA, SEPERTI APA, DAN KENAPA BISA TERJADI. Suatu keadaan yang membuat aku begitu perih. Kau pergi dimana membutuhkan mu. Bukan hanya saat kau disamping ku melainkan dorongan semangat yang slalu aku dengar dari mu dikala aku begitu RAPUH. Tapi semua telah terjadi tanpa aku harus tau apa SALAH DIRI INI sehingga kau senantiasa ringan untuk melangkah meninggalkan aku.

Tak layakkah bagi ku untuk BAHAGIA, tak layakkkah bagi ku untuk memenuhi HARAPAN yang selalu aku impikan bersama mu. Takkah kau tau betapa RAPUHnya aku. Aku yang kehilangan ARAH saat KEBAHAGIAAN itu pergi dari ku.

Apakah aku ini hanya butiran embun, yang ketika tlah hidup mentari akan menetes dengan rentannya. Dan apakah aku ini hanya segunduk pasir yang sama sekali tak membutuh kan air. SALAH jika tersirat dibenak mu aku senang disaat bayangan mu itu pergi bagai angin yang berlalu,.
Tapi memori dimasa silam itu tlah aku kubur dalam KALBU. Kubiarkan mengalir seiring berjalannya waktu. Takkan aku pandang lagi kebelakang hingga sakit itu pergi dengan sendrinya meski aku tau butuh kesabaran dan waktu untuk sembuhkan itu.